Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam)

Masuknya Islam ke Nusantara Secara garis besar penyebaran Islam di Indonesia melalui : Perdagangan Sejak abad ke-7 sampai abad ke-16 M, pedagang muslim dari Arab, Persia, dan India yang datang ke Indonesia telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan. Pedagang muslim yang berdagang ke Indonesia makin lama makin banyak sehingga membentuk pemukiman yang disebut pekojan. Dari pekojan inilah mereka berinteraksi, dan berasimilasi dengan warga lokal sembari menyebarkan agama Islam. Perkawinan Saudagar muslim yang masuk ke Indonesia banyak yang menikah dengan warga lokal. Sebelum perkawinan berlangsung, para wanita pribumi yang belum beragama Islam diminta mengucapkan syahadat sebagai tanda menerima Islam sebagai agamanya. Melalui proses, interaksi seperti inilah penduduk pribumi lambat laun mengenal nilai dan ajaran Islam. Melalui interaksi tersebut, pada gilirannya keluarga muslim itu berkembang menjadi perkampungan muslim, lebih luas lagi menjadi masyarakat ...

Pelajaran Aqidah Akhlaq

Pelajaran Aqidah Akhlaq Akhlaq Terpuji pada Diri Sendiri (Berilmu, Kerja Keras, Kreatif, dan Produktif) 1. Berilmu Kata ilmu berasal dari bahasa Arab yang berarti pengetahuan, kepandaian tentang sesuatu. Lawan kata ilmu adalah jahl yang berarti kebodohan, ketidak tahuan. Seseorang dikatakan berilmu apabila memiliki kemampuan atau kepandaian sesuatu, misalnya membaca kitab kuning (kitab tanpa harakat/tanda baca). Apabila kemampuan membacanya sangat baik, maka orang tersebut dikatakan pandai membaca kitab kuning. Sebaliknya, seseorang tidak mengetahui sesuatu, maka dikatakan orang yang tidak tahu. Apabila ketidak tahuannya sangat banyak (dalam berbagai hal) maka disebut orang bodoh. Dengan berilmu manusia mengetahui mana yang baik dan buruk, mengetahui mana yang halal dan yang haram serta dapat membedakan kebaikan dan keburukan. 2. Kerja Keras Sikap kerja keras berarti bersungguh-sungguh, bersemangat tinggi dalam mengerjakan sesuatu. Tekun dan ulet, tidak mudah menyerah ...

Pelajaran Bahasa Indonesia

Pelajaran Bahasa Indonesia Menemukan Tema dan Pesan Syair Tahukah kalian tentang syair ? Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu'ur yang berarti perasaan. Kata syu'ur berkembang menjadi kata syi'ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradis sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain : Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, Syair Sidang Fakir. Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi 5 golongan, sebagai berikut. Syair Panji Syair panji menceritakan tentang keadaan yang terjadi dalam is...

Pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan)

Pelajaran PKN Bela Negara Bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air. Dalam UUD 1945 tidak dijelaskan pengertian usaha pembelaan negara. Untuk mengetahui hal tersebut, dapat dilihat dalam UU RI Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Istilah yang digunakan dalam undang undang tersebut bukan "usaha pembelaan negara" tetapi digunakan istilah yang lain yang mempunyai makna sama yaitu "upaya bela negara". Dalam penjelasan tersebut ditegaskan bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan bernegara. Kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta berkeyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi Negara dan kerelaan berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar mau...

Pelajaran ASWAJA

Sikap Kemasyarakatan Nahdlatul Ulama' 1. Tawassuth dan I'tidal Tawassuth artinya tengah-tengah maksudnya menempatkan diri di tengah-tengah antara dua yang tatharruf dalam berbagai masalah dan keadaan untuk mencapai kebenaran, serta menghindari keterlanjuran ke kiri dan ke kanan secara berlebihan. Sikap tawassuth itu harus di barengi dengan i'tidal artinya tegak lurus, maksudnya berlaku adil, tidak berpihak kecuali pada yang benar dan harus di bela. Warga NU, baik secara pribadi maupun secara kelompok atas nama organisasi harus berpegang teguh pada sikap tawassuth dan i'tidal. Sikap ini harus menyertai sikap langkahnya, dalam menghadapi segala masalah dan keadaan. NU dan warganya dalam menghadapi suatu masalah ia harus netral, tidak berpihak pada salah satunya, tidak membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain, tidak membela yang satu dan mengalahkan yang lain, tidak condong yang satu dan meninggalkan yang lain. Allah berfirman dalam surat Al Maidah ayat 8...